-
Bejat, itulah yang dilakukan oknum TNI AU Lanut Adisucipto berinisial TB (33) asal Sragen Jawa Tengah. Pasalnya, dia dituding telah melakukan penganiayan plus pemerkosaan di sebuah kost yang berada di Celeban Tahunan Umbulharjo. Yogyakarta.
Ilustrasi
Korbannya tidak lain merupakan teman perempuannya sendiri, berinisial DH (28) asal Playen Gunungkidul Yogyakarta. Merasa anak perempuannya dipermainkan, Andang Suhartoto (48) ayah korban yang juga menjadi Pamong Desa Playen Gunungkidul ini pun berang. Dia pun nekat melaporkan insiden yang dialami anak gadisnya itu ke Polresta Yogyakarta, Minggu (24/7/2011) sekitar pukul 11.45 WIB.
Kepada petugas Reskrim dari Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak, korban menceritakan dengan rinci insiden yang dialaminya pada hari Sabtu, 23 Juli 2011 kemarin sekira pukul 09.00 WIB. Korban mengakui hubungan asmara dengan oknum tersebut sudah tidak harmonis.
Sebelum diperkosa, korban mengaku dipukul dan dicekik lehernya.Bahkan, korban juga sempat disiram botol berisi bensin ditubuhnya oleh oknum tersebut. Tindakan brutal oknum itu ingin membakar korban.
Namun, entah kenapa oknum itu tidak melakukan pembakaran terhadap korban. Saat terjadi insiden percek-cokan antara korban dengan pelaku, didengar oleh penghuni kost lainnya. Bahkan Bapak kost, Slamet Symarno (61) yang merupakan pensiunan dan yang juga menjadi ketua RT setempat ini sudah memperingatkan agar jangan membuat keributan di tempat kost tersebut.
Ironisnya lagi sebelum oknum tersebut meninggalkan lokasi dan meninggalkan korban dalam kesakitan, cincin emas yang dikenakan korban direbut paksa dan dibawa pergi. Setelah oknum tersebut meninggalkan kost, korban baru menceritakan insiden yang dialami kepada Ibu Kost.
Mendapatkan informasi tragis itu, Ibu Kost meneruskan ke ayah korban yang berada di Gunung Kidul. Ayah korban pun berang mendengar anak perempuanya dipermainkan. Ia secara resmi akan melaporkan tindakan brutal yang dilakukan oknum tersebut ke atasannya.
Bukan hanya itu saja, Andang yang sudah geram ini hendak menempuh jalur hukum agar pelaku di proses hukum, baik dari internal korps-nya maupun secara umun. Tindakan itu diwujudkan dengan melaporkan ke jajaran Kepolisian Kota Yogyakarta. Dalam delik laporan, korban juga menyertakan barang bukti berupa surat tanda berobat dari Rumah Sakit Dr Sarjito. Selain korban mengalami trauma psikis, ia juga mengaku masih mengalami nyeri atau sakit di bagian sensitifnya.
Polisi yang mendapatkan laporan ini kemarin, enggan menanggapi beberapa pertanyaan Okezone. Meski demikian, pihaknya akan meneruskan laporan korban ke pimpinan. "Besok saja, langsung sama Bapak (Kapolresta Yogyakarta, AKBP Mustaqim,red). Saya tidak berani, nanti salah memberikan keterangan justru saya yang kena salah," ucap anggota kepolisian yang menerima laporan korban.Sumber: www.musikji.net okezone -
Awan berlafal Allah terlihat di Kecamatan Ponjong, Gunungkidul, Yogyakarta. Salah seorang warga berhasil mengabadikan fenomena unik menjelang bulan ramadan ini.
Menurut Aditya, salah seorang yang melihat awan berlafal Allah, saat akan melihat pertandingan sepakbola di Kecamatan Girisubo. Fenomena awan berlafal Allah terlihat jelas di Desa Gombang, Ponjong, fenomena itu berlangsung selama dua menit.
“Saat berjalan saya melihat awan aneh itu, lalu berhenti untuk mengabadikan,” kata Aditya, Sabtu (23/7/2011).
Adit mengaku kaget karena lafal Allah terlihat jelas di sisi barat langit yang diperindah dengan cahaya matahari saat menjelang sore. “Semoga ini pertanda baik,” imbuhnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Catur warga Wonosari yang kebetulan melintas. Dia merasa beruntung sekali bisa menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah. Seumur hidup, dia baru pertama kali melihat fenomena ini.
“Seumur hidup saya baru pertamakali ini melihat awan yang membentuk lafadz Allah. Semoga fenomena ini memberi tanda-tanda kebaikan untuk bumi ini yang sudah semakin parah dirusak tangan-tangan manusia,” pungkasnya.Sumber: www.musikji.net okezone -
Kompas.com/Josephus Primus Ilustrasi.
Minuman keras oplosan kembali membawa korban. Satu dari enam orang yang menggelar pesta miras oplosan di Desa Krambilsawit, Kecamatan Saptosari, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, tewas, Selasa (19/7/2011).Korban bernama Sayudi (35), warga Dusun Sawah, sempat dilarikan ke RS Nur Rohmah kemudian dirujuk ke RS Bethesda, Yogyakarta. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, korban dan teman-temannya pergi ke Yogyakarta dan nongkrong di depan RS Bethesda pada Sabtu (16/7/2011) malam. Mereka membeli Vodka yang kemudian dioplos dengan ciu.
Bersama tiga temannya, mereka pulang ke Gunung Kidul dan nongkrong di kawasan pertigaan Jetis, Kecamatan Saptosari. Di situ mereka menenggak minuman oplosan itu sampai habis. Bahkan, salah seorang dari mereka membeli lagi.
Menurut sejumlah saksi, korban yang mabuk tertidur di pertigaan Jetis hingga Minggu (17/7/2011) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat ditemukan warga sekitar, kondisi korban mengeluarkan darah dari bagian telinga dan hidung.
Oleh warga sekitar, Sayudi kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat, RS Nur Rohmah. Karena kondisinya terus memburuk, korban dirujuk ke rumah sakit di Yogyakarta, tetapi nyawanya tak tertolong.
Kepala Polres Gunung Kidul AKBP Asep Nalaludin, Rabu (20/7/2011), mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian dan minta keterangan sejumlah saksi termasuk rekan korban yang pada saat itu ikut serta dalam pesta miras oplosan tersebut.
"Penjual miras saat ini masih kami periksa. Tidak menutup kemungkinan ia juga bisa menjadi tersangka. Jadi ditunggu saja bagaimana nanti hasil pemeriksaan penyidik. Hasil visum dari rumah sakit memang menyebutkan pada tubuh korban terdapat kandungan alkohol yang cukup tinggi," kata Asep.Sumber: www.musikji.net Kompas.com -
Kasus penipuan semakin beragam salah satunya jual beli Jin. Berdalih bisa mendatangkan Jin yang bisa mendatangkan kekayaan, Warno (70) warga Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta, berhasil menipu beberapa orang konsumennya. Bukannya Jin yang didapat malah puluhan juta hilang.
Ilustrasi (foto:Ist)
Menurut keterangan korban, Sakimin warga Banyumas, Jawa Tengah, pelaku pertama kali dia kenal saat hajatan saudaranya di daerah Jawa Barat. Saat itu dia menceritakan usahanya sebagai pedagang beras mengalami kebangkrutan. Dia ingin memperoleh modal dengan cara cepat tanpa melalui bank.
“Warno berjanji akan mendatangkan Jin penyedot uang, lalu saya mendatangi rumahnya di desa Sodo, Paliyan beberapa hari setelah hajatan,” ungkapnya saat ditemui di Mapolsek Paliyan, Senin (18/7/2011).
Saat mendatangi rumah pelaku, Sukimin, membawa uang Rp10 juta. Setelah uang diserahkan, Warno mengajak kepemakaman yang tidak jauh dari rumahnya.
“Sampai di pemakaman langsung melakukan ritual sekitar satu jam, dia kemudian menyerahkan kardus, kain mori, kapas, dan berbagai minyak untuk dibawa pulang dan tidak boleh dibuka sebelum seminggu. Setelah seminggu tidak terbukti, dia meminta lagi uang tambahan total hingga Rp17 juta dalam kurun waktu 2 bulan,” tuturnya.
Hal senada juga dikatakan Muhamad Isa (50) warga Bitang, Palembang, dia juga dijanjikan mendapatkan Jin yang mampu menolongnya memperoleh kekayaan. “Saya kenal melalui anaknya Jito (30) warga Desa Sodo,Paliyan, saya kenal sudah beberapa bulan yang lalu. Warno mengaku bisa mendatangkan Jin tapi hingga saya mengeluarkan uang sampai saat ini kurang lebih Rp200 juta tidak ada buktinya, padahal saya sudah menjual rumah mobil dan hutang sana-sini,” kata Muhamad.
Sementara Kapolsek Paliyan AKP Rachmad Dewanto menyatakan, perbuatan tersangka yang mengaku dukun bisa mendatangkan Jin diduga sudah berlangsung lama. Sehingga diduga kuat korban akan terus bertambah.
”Saat ini pelaku sudah kami amankan, kami masih memeriksa korban dan sejumlah saksi,” kata Rachmad.Sumber: www.musikji.net okezone -
GUNUNGKIDUL- Kelakuan pelajar saat ini kian nekat, lapangan milik Kodim 0370 Gunungkidul, Yogyakarta, dijadikan ajang mesum.
TTK (17) warga kecamatan Playen dan pasangannya sebut saja Bunga (16), yang masih duduk disebuah SMK di Wonosari tertangkap razia petugas Kodim. Dari informasi yang diperoleh menyebutkan, keduanya sedang melakukan tindakan mesum pada malam hari, Minggu (17/7/2011).
Awalnya, petugas TNI yang berpatroli curiga melihat sepeda motor berada ditempat gelap di pojok sebelah Barat lapangan. Kemudian, keduanya diamankan petugas ke pos untuk dimuintai keterangan, terkait tindakan yang dilakukan.
“Saya hanya bercerita di sana tidak melakukan apa-apa, dan disana baru kali ini,” bantah TTK dihadapan petugas.
Sementara lettu Slamet anggota Kodim 0370 yang menangkap keduanya mengaku sudah sering memergoki pasangan muda mudi yang berbuat mesum di lapangan Kesatrian Kodim. Petugas hanya memberi nasihat dan membiarkan pasangan yang sebagian besar masih berusia belasan.
“Kami akan terus mengintensifkan patroli, agar tempat itu tidak dijadikan ajang muda-mudi pacaran yang kelewat batas,”katanya. okezone -
Getty Images/Stockbyte
Fit (32), warga perempuan yang diduga menyukai sesama jenis (lesbian), dibekuk polisi setelah dilaporkan mencabuli gadis bernama Sri (18), warga Kecamatan Nglipar.Fit yang bekerja sebagai konsultan di sebuah bank swasta di Gunungkidul itu mengaku sering tidur bareng dengan korban di sebuah rumah kos di Kecamatan Karangmojo."Penangkapan pelaku dilakukan dengan cara dipancing melalui hubungan telepon milik korban di kota Wonosari," ungkap Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Alal Prasetyodi, Sabtu (8/7/2011).
Fit yang bekerja sebagai konsultan di sebuah bank swasta di Gunungkidul itu mengaku sering tidur bareng dengan korban di sebuah rumah kos di Kecamatan Karangmojo.
"Kami tidur bersama itu karena sebatas hubungan pertemanan dan tidak ada maksud mencabuli. Adapun sepeda motor maupun telepon genggam yang saya berikan kepada korban hanya statusnya saya pinjamkan karena kasihan," kata Fit kepada penyidik.
Namun Sri membantah pengakuan Fit dibantah. Menurut Sri, saat tidur bersama dia sering digerayani tersangka. "Dia (Fit) beringas dengan memaksa saya untuk melayani nafsu birahinya. Saya berulang kali diancam jika tak mau menuruti keinginannya," kata Sri.Sumber: www.musikji.net Kompas.com -
pesta miras Salah satu korban pesta miras oplosan yang selamat dimintai keterangan oleh polisi.
Miras oplosan kembali memakan korban. Nyawa Triyono (25) warga Sambirejo, Kecamatan Semanu, dan Darmawan (35) warga Ngebrak, Kecamatan Semanu, melayang setelah menggelar pesta miras bersama enam teman mereka.Triyono meninggal di Rumah Sakit Pelita Husada Semanu, sementara Darmawan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, Jumat (8/7/2011).
Menurut Marsono, seorang kerabat Triyono, setelah menggelar pesta miras Triyono sempat pulang ke rumah. "Dia mengeluh dadanya panas, kemudian kami bawa ke Rumah Sakit Pelita Husada Semanu. Setelah mendapatkan penanganan medis kondisinya justru menurun dan meninggal di rumah sakit," terang Marsono.
Sementara seorang korban lain, Tri Harsono (27) sampai saat masih menjalani perawatan medis di ruang Akasia RS Pelita Husada Semanu. Kondisinya mulai membaik dan dia mampu menjawab pertanyaan yang diajukan petugas kepolisian.
"Saya ikut pesta miras bersama tujuh rekan saya, termasuk yang meninggal Triyono dan Darmawan. Kami minum miras jenis Vodka dioplos dengan cola dan minuman lain. Itu kami lakukan selama dua hari mulai hari Rabu (6/7/2011) siang," aku Tri Harsono saat ditemui di rumah sakit, Sabtu (9/7/2011).
Menurut pengakuannya, pesta itu dilakukan di tiga tempat, yakni di Wonosari, Semanu dan Nitikan. "Tetapi saya tidak ingat jumlah botol yang kami habiskan," terang Tri Harsono didampingi orang tuanya.
Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Alaal Prasetyo mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menyelidiki pesta miras oplosan yang merenggut dua nyawa itu. Pihaknya juga sudah mengamankan penjual miras berikut miras yang dijualnya.
"Pastinya kami masih mengumpulkan informasi, termasuk melakukan pencarian terhadap teman-teman korban yang ikut dalam pesta tersebut," kata Alaal.Sumber: www.musikji.net Kompas.com -
GUNUNGKIDUL- Warga Gunungkidul, Yogyakarta, kembali dihebohkan beredarnya video mesum yang diduga pelakunya pasangan selingkuh. Peredaran video diduga sudah menyebar luas di kalangan anak muda.
Video Mesum (Foto: Yuwono)
Rekaman tayangan yang tidak patut ditonton ini diduga dilakukan oknum sama-sama karyawan swasta di Wonosari. Diduga kuat tersebar saat pelaku menjual ponsel yang digunakan sebagai alat rekam ke salah satu counter handphone di Wonosari. “Saya pun hanya sempat menonton dari ponsel teman saja karena penasaran. Dan memang adegan yang tidak patut ditonton,” ungkap Gunawan, warga Patuk, Selasa (31/5/2011).
Dia mengaku mendapatkan rekaman itu dari salah satu temannya yang bertempat tinggal di kota Wonosari, dan tidak tahu siapa yang mengedarkan video yang berdurasi panjang tersebut. “Untuk melacak asal usulnya jelas kesulitan. Karena hanya dari ponsel ke ponsel, kualitas gambarnya tidak bagus, mungkin ponselnya tipe yang lama,” lanjutnya.
Rekaman video hubungan selayaknya suami istri dengan lokasi mirip di salah satu kamar kos ini diyakini pemerannya warga lokal Gunungkidul. Ini terlihat dari logat bicara dan dialog keduanya dalam isi rekaman. Dari rekaman, dialog keduanya di dalam kamar siang hari tersebut bukan merupakan pasangannya.
“Dalam rekaman, laki-lakinya sempat menanyakan kabar suami dari perempuan saat keduanya berganti baju. Tak hanya itu juga sempat menyebut Wonosari,” ujar Dayat, warga Wonosari. Dayat mengaku pernah melihat sosok wanita yang muncul dalam video tersebut, namun dia tidak berani memastikan.
“Yang jelas orangnya tidak asing lagi kok. Mirip sekali karyawan marketing salah satu produk. Tapi saya tidak berani memastikan karena sangat mirip apalagi orang itu belum lama ini potong rambut,” ujarnya.
Beredarnya rekaman ini membuat kalangan orangtua dilanda was-was. Pasalnya, rekaman video tersebut sebagian besar beredar di kalangan anak muda. Seperti diungkapkan Bambang, yang memilik anak masih duduk di bangku SMA, mengaku khawatir jika anaknya sudah memiliki video tersebut. “saya khawatir jika anak-anak memiliki video yang seharusnya tidak layak dilihat,” sesalnya.
Meski sudah banyak yang menghapus file rekaman video intim pasangan bukan resmi beredar bebas itu, masih banyak kalangan anak muda menyimpan tanpa alasan yang pasti.okezone - www.musikji.net -
Upaya pemberantasan ulat bulu raksasa yang menyerang perkebunan mete di Dusun Semuluh, Desa Ngeposari, Kecamatan Semanu, dengan metode penyemprotan menggunakan insektisida dinilai tidak efektif.Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Gunung Kidul Supriyadi mengatakan, pembasmian ulat dengan insektisida harus melihat kondisi ulatnya. Jika ulat tersebut sudah dewasa, dipastikan tidak akan mati.
"Saat ulat merasa terancam, ia akan mengeluarkan cairan semacam lilin yang mampu melapisi tubuhnya dari serangan luar, seperti halnya insektisida yang disemprotkan. Insektisida akan efektif jika usia ulat masih kecil dan belum berbulu lebat," ujar Supriyadi, Kamis (26/5/2011).
Sementara itu, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gunung Kidul, Simon Sartono, mengatakan, melihat serangan ulat raksasa yang meluas ini, perlu upaya-upaya penanggulangan dengan cara yang cepat dan tepat.
"Memang harus dilakukan pengamatan secara intensif, jangan terlambat, hingga menjadi kupu-kupu, karena telurnya akan membuat banyak bibit baru. Jadi, salah satu cara adalah dengan melakukan pembersihan di kebun," kata Simon.www.musikji.net - Kompas.com -
GUNUNGKIDUL- Empat pasangan mesum berhasil dijaring jajaran Polres Gunungkidul, Yogyakarta, dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar di sejumlah hotel di kawasan pantai selatan Gunungkidul.
Dia menambahkan pasangan yang terjaring semuanya diketahui bukan pasangan suami istri.
Dari empat pasangan mesum yang diamankan pada Kamis dini hari, diketahui seorang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di Bantul.
Kasat Sabhara Polres Gunungkidul Tri Pujo Santoso mengatakan keempat pasangan mesum tersebut langsung diamankan ke Mapolres untuk didata, mereka tidak memiliki dokumen surat nikah yang sah.
“Keempat pasangan yang diamankan ini nanti akan didata, difoto dan diambil sidik jari. Semuanya akan kami berikan pembinaan,” tutur Tri, Kamis (19/5/2011).
Empat pasangan tersebut masing-masing AY(21), GP(28), SR(19), ADT(20), NUR(21), RBT(21), DG (43) merupakan warga Gunungkidul, sementara SUP (50) PNS di Kabupaten Bantul.
“Tiga pasangan muda yang diamankan tersebut masih berstatus pacaran, sementara satu pasangan lagi yang salah seorangnya PNS adalah pasangan selingkuh,” imbuhnya.
Menurut dia, pasangan mesum yang diamankan tidak diberi sanksi. Mereka akan diberi pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan zina tersebut.
Sementara itu, selain menargetkan penginapan polisi juga akan merazia lokasi-lokasi yang menjual minuman keras. Operasi juga bertujuan membasmi premanisme dan kegiatan penyakit masyarakat lainnya.Okezone - Www.musikji.net











